Rumah Sakit Umum Meuraxa yang hancur akibat gempa dan tsunami pada 26 Desember tiga tahun silam, telah dibangun kembali di Desa Mibo, Kecamatan Banda Raya, dengan biaya Rp72 milyar yang bersumber dari Pemerintah Austria, Hongaria, dan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias. Menteri Kesehatan Republik Indonesia Siti Fadillah meresmikan pemakaian rumah sakit tersebut, Ahad (11/11) siang.
RSU Meuraxa yang dibangun di atas lahan seluas 15.268 m2 ini berkapasitas 112 tempat tidur yang terdiri atas ruang rawat kelas III 86 tempat tidur, ruang rawat kelas I dan II sebanyak 26 tempat tidur. Pada tahun 2006, BRR membangun gedung baru ruang rawat kelas II dan II, ruang serba guna, empat unit rumah dinas medis, enam unit rumah paramedis. Pembangunan dilanjutkan pada 2007 berupa pagar keliling kompleks beserta penambahan pembangunan rumah dinas tipe 70.
Pembangunan rumah sakit ini juga didanai oleh Pemerintah Austria yang membangun ruang rawat jalan, Instalasi Gawat Darurat, ruang inap, ruang rawat ibu hamil dan bersalin, laboratorium, kamar operasi, radiologi, ICU dan CSST, apotik, dapur, kamar jenazah dan berbagai fasilitas lain. Sedangkan Pemerintah Hongaria membangun poliklinik anak, fisioterapi, ruang rawat anak, apotik, dan taman bermain. Di pihak lain, Yayasan Mitra Peduli Jakarta, PT Askes, Project Hope, International Relief and Development juga terlibat dalam membantu peningkatan pelayanan kesehatan di rumah sakit baru ini.
Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengaku berbangga atas hadirnya RSU Meuraxa, yang memiliki fasilitas dan peralatan yang berkualitas tinggi. Irwandi menyebutkan, RSU Meuraxa merupakan rumah sakit pertama di Aceh yang diresmikan pascagempa dan tsunami yang menghancurkan sebagian besar pesisir Aceh tiga tahun silam.
Dia mengharapkan, RSU Meuraxa nantinya dapat memberikan pelayanan yang bagus bagi masyarakat Aceh, terutama warga Kota Banda Aceh dan sekitarnya. Perlunya peningkatan pelayanan kesehatan di Aceh, kata Irwandi, karena setiap tahunnya ada ribuan warga Aceh yang berobat ke Malaysia akibat rendahnya mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit yang ada di Aceh.
“Tanggungjawab kita bersama untuk memberikan pelayanan kesehatan yang bagus, sehingga seluruh masyarakat Aceh memiliki tingkat kesehatan yang memadai,” kata Irwandi dalam pidato peresmian penggunaan RSU Meuraxa yang terletak di Desa Mibo, Kecamatan Banda Raya, Ahad (11/11) siang.
Harapan senanda juga disampaikan Menteri Kesehatan Austria Andrea Kdolsky. Andrea mengharapkan, RSU yang dibangun bersama antara Pemerintah Austria, Hongaria, dan Indonesia ini mampu memberikan pelayanan terbaik dan membawa manfaat bagi masyarakat Banda Aceh.
Peresmian RSU Meuraxa dihadiri Gubernur Irwandi Yusuf, Deputi Pendidikan, Kesehatan, dan Pemberdayaan Perempuan BRR Cut Cayarani Bitai, Walikota Banda Aceh Mawardi Nurdin, Menteri Kesehatan Austria Andrea Kdolsky, Presiden Palang Merah Hungaria George Habsburg, Presiden Hilfswerk Austria Franz Ceska, petinggi Famed, Kepala Yayasan Neighbour In need Mag Michael Opriesnig.
Sementara itu, Deputi Pendidikan, Kesehatan, dan Peranan Perempuan BRR Hj Cut Cayarani Bitai menyampaikan penghargaan kepada semua pihak yang telah terlibat dalam pembangunan kembali fasilitas kesehatan ini. Menurutnya, pascatsunami di Aceh dan Nias ada sejumlah isu strategis di bidang kesehatan, yaitu jumlah dan mutu tenaga kesehatan yang belum memenuhi kebutuhan, sarana pelayanan kesehatan belum memenuhi kebutuhan masyarakat, biaya pelayanan kesehatan masih mahal, masyarakat miskin belum semuanya terjangkau asuransi kesehatan (askeskin) dan sejumlah problem lain.
Untuk menangani masalah itu, kata Cut Cayarani Bitai, BRR bersama Dinas Kesehatan Aceh pada tahun 2008 berniat menerapkan standar pelayanan kesehatan yang berkearifan lokal di RSU Meuraxa ini. “Diharapkan pada akhir 2008, rumah sakit ini telah mendapatkan sertifikat ISO untuk mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” kata Cut Cayarani.
Dia menyebutkan, salah satu pelayanan unggulan yang diberikan rumah sakit ini yaitu memadukan beberapa bentuk dan jenis pelayanan dalam satu gedung pelayanan, dengan lebih menekankan pada pelayanan kesehatan ibu dan anak. Konsep ini sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah nasional, yaitu “peningkatan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas”.
“Dalam upaya kita meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat, saya ingin mengemukakan dan mohon perhatian dari semua jajaran rumah sakit RSU Meuraxa agar rumah sakit ini harus siap menerima rujukan pelayanan kesehatan dengan pelayanan kesehatan spesialistik yang bermutu terutama untuk kesehatan ibu dan anak,” harapnya.