Peresmian Training Center RAI Nias di Nias Selatan
BRR Recovery Aceh Nias Trust Fund (RANTF) meresmikan pusat pelatihan “Training Centre Rai Nias”, di Desa Bawonifauso Kecamatan Teluk Dalam-Nias Selatan, pada hari Jumat, 20 November 2008. Gedung ini diharapkan akan menjadi pusat pelatihan, pengkajian dan keunggulan (center of excellence) serta pengembangan dan pelatihan masyarakat di Pulau Nias. Peresmian ditandai dengan atraksi lompat batu dan pemukulan gong oleh wakil bupati Nias Selatan Daniel Duha, SH.
Dalam acara tersebut hadir pula Kepala Perwakilan Nias William P. Sabandar, PhD, Kepala Distrik Nias Selatan, Heracles Lang, PhD, Direktur Pelaksana RANTF BRR, Nazmiyah Sayuti, Kepala Distrik Nias, Yupiter Gulo, Manajer Proyek TC Rai Nias Selatan, Siduhu Aro Dachi, Badan Pengelola TC Rai Nias Selatan, Arisman Zagoto serta wakil-wakil dari pemerintah, masyarakat serta lembaga internasional di kabupaten Nias Selatan.
Gedung Training Centre Rai Nias terdiri dari dua lantai; lantai dasar berfungsi sebagai kantor dan ruang kelas, lantai dua berfungsi sebagai ruang serba guna. Gedung ini juga dilengkapi dengan bangsal kerja (workshop), 10 ruang tidur, 1 kantin dan 7 kamar mandi. Pembangunan fisik gedung senilai 2 milyar rupiah ini dikerjakan oleh BRR Distrik Nias Selatan dengan sumber dana non-APBN dari RANTF. Pengelolaan selanjutnya diserahkan kepada Yayasan Rai Nias.
Menjawab pertanyaan wartawan mengenai aspek keberlanjutan setelah pembangunan fisik serta keterlibatan lokal setelah berakhirnya masa tugas BRR, Nazmiyah Sayuti mengatakan bahwa aspek keberlanjutan telah dimulai dengan memprogramkan kegiatan pelatihan yang bahkan telah dimulai sebelum gedung di resmikan. Sebanyak 60 orang tukang yang berasal dari 8 kecamatan di Nias Selatan telah menerima pelatihan petukangan, serta 60 perempuan telah dilatih untuk pembuatan kerajinan dari kulit kerang.
Seluruh meja, kursi, lemari serta dekorasi ruangan untuk keperluan training centre ini dikerjakan sendiri di bangsal kerja oleh tukang-tukang dari Nias Selatan dan para perempuan yang telah menerima pelatihan. Saat ini bahkan mereka telah menerima sejumlah pesanan dari pihak luar. Ketua Yayasan Rai Nias Arisman Zagoto menegaskan, Yayasan Rai Nias sebagai pengelola Training Center ke depannya, telah mendesain program-program pelatihan dengan memanfaatkan hasil studi awal kebutuhan sosial (Social Needs Assesment) yang telah dilakukan berbagai lembaga lokal maupun internasional sebelumnya.
RANTF BRR NAD-Nias yang secara resmi diluncurkan kepada donatur dan masyarakat umum pada tanggal 27 Oktober 2005 akan mengakhiri tugasnya pada Desember 2008 mendatang. Cakupan tugas RANTF BRR NAD-Nias termasuk di dalamnya adalah pengelolaan dana dan program, juga asistensi kepada para donatur yang terlibat rekonstruksi NAD-Nias. Dana-dana yang di himpun RANTF BRR NAD-Nias tidak ada yang bersumber dari APBN, melainkan dari donor, baik berbentuk negara asing, perusahaan, organisasi (dalam dan luar negeri), maupun perseorangan. Sampai dengan tahun 2008 ini tercatat jumlah dana yang diterima sebesar Rp 166 milyar.