Kunjungan Wakil Perdana Menteri Turki ke Aceh
Untuk memperingati acara Peringatan 2 Tahun Tsunami, Kuntoro Mangkusubroto, Kepala BRR NAD-Nias dan Mustafa Abubakar, Plt. Gubernur NAD memiliki serangakaian acara yang akan berlangsung seharian penuh di wilayah Banda Aceh hingga Aceh Besar.
Acara diawali dengan Dzikir dan Doa di lokasi kapal PLTD Apung di Punge-Blang Cut, Banda Aceh. Acara berlangsung di lokasi terdamparnya kapal PLTD yang berbobot 2500 ton di tengah-tengah perumahan penduduk. Kapal tersebut sebagai bukti dari kedahsyatan gelombang tsunami yang mampu menyeret kapal itu dari pelabuhan Ulee-Lheue sejauh 2 km dari dermaganya.
Selanjutnya, Kepala BRR dan Plt. Gubernur NAD akan berzaiarah ke kuburan massal korban tsunami yang terletak di daerah Ulee-lheu, Kecamatan Meuraxa. Kuburan tersebut bersebrangan dengan mesjid Baiturrahim yang juga menjadi salah satu “memorabilia” bencana tsunami yang tersisa. Sebab mesjid ini meski terletak di bibir pantai namun tetap berdiri tegak setelah diterpa gelombang tsunami.
Acara ziarah belanjut ke wilayah Aceh Besar tepatnya ke kuburan massal di Lambaro. Sebagaimana diketahui, kuburan massal Lambaro adalah kuburan massal korban tsunami terbesar karena ada puluhan ribu korban tsunami yang dimakamkan disana.
Kemudian rombongan Kepala BRR NAD-Nias dan Plt Gubernur NAD akan menuju bandara Sulatan Iskandar Muda di Blang Bintang, Aceh Besar untuk menyambut kedatangan Wakil Perdana Menteri Turki. Lalu rombongan akan berangkat ke Pendopo Gubernur untuk beramah-tamah, sholat Dzuhur dan makan siang bersama.
Setelah itu, rombongan akan berangkat menuju mesjid Rahmatullah di Lampuuk-Aceh Besar untuk memperingati 2 Tahun Tsunami di mesjid yang juga selamat dari terjangan gelombang tsunami tersebut. Acara berlanjut dengan kunjungan ke lokasi-lokasi sekolah dan perumahan yang dibangun oleh Turki di wilayah Peukan Bada, Aceh Besar. Pemerintah Turki telah membantu membangun 1050 unit rumah dan sejumlah sarana pendukung lainnya. Program pembangunan perumahan merupakan salah satu prioritas dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa dan tsunami yang masih berjalan.
Acara berlanjut dengan kunjungan ke Bitai Ajun untuk mengunjungi pemakaman peninggalan dinasti Ottoman-Turki. Lalu disambung dengan kunjungan ke Gedung Sultan II- Aceh Community Center, Selim-Banda Aceh. Acara kunjungan rombongan Turki berakhir pada sore hari dan rombongan melanjutkan perjalanan ke Jakarta.