close

The BRR Knowledge Centre, established in June 2008, aims to collect and disseminate information regarding the rehabilitation and reconstruction programme in Aceh and Nias (2005-09).

The information collected includes documents and other media types sourced from BRR and participating organisations.
The information is disseminated through the document search and other retrieval facilities available at this web-site.
Mission

Bandara Lasikin Simeulue Diresmikan

Print
Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Kepala Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias meresmikan Bandar Udara Lasikin Kabupaten Simeulue, Kamis (1/11). Pascaperpanjangan dan perluasan landasan pacu, Bandara Lasikin bisa didarati pesawat jenis Fokker 27 dan Fokker 50.

Pembangunan Bandara Lasikin Simeulue didanai BRR dengan total biaya Rp45 milyar. Bupati Simeulue Darmili menyebutkan, pembangunan Bandara Lasikin sudah dimulai secara bertahap sejak 2002 silam. Saat itu Pemerintah Kabupaten Simeulue membebaskan lahan 50 hektar untuk perluasan bandara ini. Pascatsunami 2004, program peningkatan kualitas bandara dilanjutkan oleh BRR Aceh-Nias pada tahun 2006 dan 2007.

“Sebanyak 85.200 masyarakat Simeulue bersuka cita dengan selesainya pembangunan Bandara Lasikin ini,” kata Darmili saat peresmian Bandara Lasikin Simeulue, Kamis (1/11). Peresmian Bandara Lasikin dihadiri Gubernur Irwandi Yusuf, Kepala BRR Kuntoro Mangkusubroto, Ahmad Humam Hamid (Dewan Pengarah BRR), dan sejumlah pejabat di lingkup Pemkab Simeulue, Pemerintahan Aceh, dan BRR, perwakilan NGO lokal dan internasional, lembaga donor, dan tokoh masyarakat Simeulue.

Darmili menyampaikan penghargaan dan terimakasih kepada BRR Aceh-Nias dan PT Flamboyan Humarata, selaku kontraktor pelaksana, yang telah merampungkan pembangunan Bandara Lasikin yang rusak pascagempa dan tsunami akhir 2004 lalu. Saat gempa 26 Desember 2004 bandara ini rusak berat. Kondisi ini diperparah lagi setelah gempa berkekuatan 8,3 pada Skala Richter mengguncang Simeulue pada 28 Maret 2005.

Gempa mengakibatkan gedung terminal hancur total, kantor, rumah dinas, dan gedung peralatan rusak berat. Program rehabilitasi dan rekonstruksi Bandara Lasikin memperbaiki semua gedung yang rusak, peningkatan landasan pacu dari lebar 23x900 meter menjadi 30x1.400 meter. Selain itu, Bandara Lasikin kini dilengkapi berbagai fasilitas, seperti gedung terminal, PKP-PK, menara kontrol, jalan masuk, pelataran parkir, pos penjagaan, dan terminal.




Bandara Lasikin kini bisa didarati pesawat jenis Fokker 27 dan Fokker 50. Padahal, sebelumnya Lasikin hanya bisa didarati pesawat kecil jenis Cassa 200. Kini, Bandara Simeulue sering disinggahi pesawat komersil SMAC, Susi Air, dan Riau Airline. Mulai 8 November nanti, pesawat Merpati Nusantara Airline akan melayani rute Medan-Sinabang selama 3 kali seminggu. Frekuensi penerbangan komersil dari dan ke Simeulue juga bertambah menjadi 5 kali sehari. Padahal sebelumnya hanya dua kali seminggu.

Darmili mengharapkan kepada Gubernur Irwandi Yusuf untuk berupaya meningkatkan frekuensi penerbangan rute Banda Aceh-Sinabang. Selain bandara, Darmili menyebutkan, untuk melepaskan keterisolasian Simeulue, pada awal 2008 nanti satu unit kapal feri penyeberangan bantuan BRR akan melayari rute Labuhan Haji (Aceh Selatan) menuju Sinabang.

Kepala BRR Kuntoro Mangkusubroto mengaku gembira dengan selesainya pembangunan bandara ini. Apalagi, Bandara Lasikin naik tingkat dari tipe (kelas) 5 menjadi kelas 4. “Ini adalah hari yang sangat mengembirakan bagi kita semua, terutama masyarakat Simeulue. Kita mengucapkan terimakasih kepada PT Flamboyan yang telah menyelesaikan pembangunan bandara tepat waktu dan sesuai dengan spesifikasi,” kata Kuntoro.

Kegembiraan yang sama juga diungkapkan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Dia mengatakan, dengan landasan pacu sepanjang 1.400 meter bisa menjadikan Bandara Lasikin sangat memadai untuk sarana transportasi udara yang bisa menghubungkan Kepulauan Simeulue dengan kota lain di Aceh dan Pulau Sumatera. “Alhamdulillah, Simeulue sudah punya bandara yang representatif. Di masa lalu Simeulue terisolasi, tapi Insya Allah kini terbuka ke dunia luar,” kata Irwandi.

Peresmian Rumah
Selain meresmikan Bandara Lasikin, Kepala BRR Kuntoro Mangkusubroto juga meresmikan 625 unit rumah bantuan Palang Merah Jepang yang dibagikan kepada masyarakat korban gempa di Kampung Air, Kecamatan Simeulue Tengah, dan Kecamatan Salang. Di Simeulue, BRR, NGO, dan lembaga donor berkomitmen akan membangun 7.219 unit rumah. Baru 2.291 unit rumah yang selesai dibangun.

Bupati Darmili menyebutkan, ada sejumlah masalah yang menyebabkan pembangunan rumah di Simeulue berjalan lamban, seperti sulitnya pasokan material bangunan dan rendahnya kredibilitas rekanan. Dia berharap, rumah korban gempa dan tsunami yang belum selesai bisa dirampungkan dalam jangka waktu yang masih tersisa ini., Kamis (1/11).