close

The BRR Knowledge Centre, established in June 2008, aims to collect and disseminate information regarding the rehabilitation and reconstruction programme in Aceh and Nias (2005-09).

The information collected includes documents and other media types sourced from BRR and participating organisations.
The information is disseminated through the document search and other retrieval facilities available at this web-site.
Mission

Peresmian Terminal PT. SAI

Print
Produsen semen Lafarge melalui anak perusahaannya PT Semen Andalas Indonesia, pada 25 Januari 2007 meresmikan pengoperasian Unit Pengepakan Semen dan pelabuhan (Terminal) di Lhoknga, Aceh Besar.  Acara peresmian tersebut dihadiri oleh Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Gubernur Provinsi Aceh terpilih Irwandi Yusuf, Pejabat Gubernur Provinsi Aceh Mustafa Abubakar, Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Muhammad Lutfi dengan Co-President Lafarge Guillaume Roux, Presiden Direktur Lafarge Cement Indonesia Marcel Cobuz, para pelanggan Lafarge serta mitra lainnya.

Terminal baru ini dilengkapi dengan dua mesin pengepakan system rotary yang dapat memproduksi hingga 3,000 ton semen / hari. Dengan kapasitas ini, Lafarge akan dapat menjawab pertumbuhan kebutuhan pasar Aceh.

"Sebagai bagian dari proses pemulihan pasca tsunami, Lafarge menginvestasikan USD 17 juta untuk membangun kembali Terminal Pengepakan Lhoknga menjadi terminal yang mutakhir beserta dengan fasilitas pelabuhan. Sebagai tambahan dari Terminal Lafarge yang lain di Lhokseumawe, Lafarge akan dapat menyediakan semen sak dan curah dengan lebih efektif kepada. kami di pasar Aceh. Proyek ini dilaksanakan sesuai dengan standar keamanan dan dampak lingkungan Lafarge Group yang ketat," kata Presiden Direktur Lafarge Semen Indonesia Marcel Cobuz.



Pada saat bersamaan, Lafarge secara resmi memulai proyek pembangunan kembali pabrik semennya, termasuk membangun sebuah pembangkit listrik di Lhoknga, di lokasi yang sama dengan lokasi pabrik semen dan fasilitasnya terdahulu. Fasilitas baru ini memungkinkan Lafarge melalukan operasinya dengan cara yang ramah lingkungan menggunakan teknologi terkini, serta memiliki kapasitas produksi semen tahunan sebesar l,6juta ton. Dengan investasi ini, Lafarge merupakan investor industri terbesar di Aceh saat ini, yang menggunakan standar tinggi atas keamanan dan keramahan lingkungan. Proyek ini diperkirakan akan selesai dalam semester kedua tahun 2008. Total investasi yang dilakukan mencapai USD 150 juta, yang termasuk dengan terminal pengepakan, pabrik semen berkapasitas 1,6 juta ton per tahun serta sebuah pembangkit listrik, dibiayai dengan reinvestasi klaim asuransi, dana pemegang saham dan pinjaman eksternal.

"Kami tetap setia terhadap komitmen mempekerjakan masyarakat lokal, berinvestasi dan beroperasi untuk jangka panjang di Indonesia. Untuk itu, kami bekerja sama dengan pemerintah lokal dan pusat untuk membangun kemitraan kuat dengan masyarakat," kata Guillaume Roux, Co-President Lafarge.

Tentang Lafarge
Lafarge, perusahaan terdepan di dunia di bidang material bangunan dengan divisi-divisi semen, kerikil, beton, atap, dan gypsum. Lafarge beroperasi di 76 negara dan mempekerjakan sekitar 80.000 pegawai dengan total penjualan pada tahun 2005 mencapai 16 miliar Euro. Di Indonesia, Lafarge berkiprah dalam bisnis bahan bangunan semen, gypsum (bekerja sama dengan Boral) dan atap. Keterangan tambahan mengenai perusahaan ini dapat Anda peroleh di situs www.lafarge.com.

Mengenai PT Semen Andalas Indonesia (SAI)
PT SAI didirikan pada tahun 1982 dan saat ini merupakan salah satu perusahaan semen terkemuka di Indonesia. PT SAI memiliki pabrik semen di Lhoknga, serta terminal di Belawan, Batam, Lhokseumawe dan Dumai. PT SAI mempekerjakan sekitar 400 orang di seluruh Indonesia. PT SAI merupakan bagian dari Lafarge Group. Penjualannya di tahun 2006 mendekati 1.3 juta ton.