close

The BRR Knowledge Centre, established in June 2008, aims to collect and disseminate information regarding the rehabilitation and reconstruction programme in Aceh and Nias (2005-09).

The information collected includes documents and other media types sourced from BRR and participating organisations.
The information is disseminated through the document search and other retrieval facilities available at this web-site.
Mission

Communication Skill di Lingkungan BRR

Print
Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias melalui Direktorat Komunikasi mengadakan “Pelatihan Interpersonal Communication Skill” yang dilaksanakan di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh pada 21 Juli 2008. Pelatihan tersebut dikhususkan bagi Kepala Regional, Kepala Distrik, dan Communication Officer dilingkungan BRR NAD-Nias.

Tujuan pelatihan ini untuk meningkatkan fungsi komunikasi di setiap regional dan distrik dalam rangka menciptakan citra positif BRR menjelang pengakhiran masa tugas BRR. Bukan hanya itu saja, pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan interpersonal communication skill bagi Kepala Regional, Kepala Distrik dan staf komunikasi BRR, khususnya dalam menghadapi stakeholders, masyarakat, LSM, dan pemerintah daerah (pemda) dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi.



Salah satu pemateri dalam acara tersebut adalah Prof. Dr. Bachtiar Aly, MA, Guru Besar Fakultas FISIP, Universitas Indonesia sekaligus mantan Duta Besar Republik Saudi Arabia. Bachtiar mengatakan, “Kita jangan seperti “buaya tambu”, buaya tambu adalah buaya yang berapa di Samalanga, Kabupaten Bireuen yang semangat ingin menghabiskan satu ekor kerbau tetapi tidak sanggup untuk menghabiskannya. Artinya seseorang yang mengambil tanggung jawab penuh, tidak bisa menyelesaikan tanggung jawab tersebut secara baik”.

Bactiar juga menjelaskan mengenai fungsi publik relation (PR). PR berperan sangat penting, karena PR harus dapat membujuk orang lain sehingga orang tersebut setuju dengan pendapatnya.

Pelatihan ini diadakan untuk menciptakan PR di setiap regional dan distrik. Sehingga mereka dapat menyelesaikan segala permasalahan komunikasi di daerah mereka yang berhubungan dengan stakeholders, khususnya masyarakat, LSM, dan Pemda. Pekerjaan PR tidak mudah karena pekerjaan ini diperuntukan bagi orang yang suka kepada masyarakat dan suka bermasyarakat.

Pemateri lain adalah mantan jubir BRR, Tuanku Mirza Keumala, yang sekarang menjabat sebagai Staf Ahli Kepala Badan Pelaksana Bidang Transisi dan Pengalihan Masa Tugas (PMT). Mirza menyampaikan beberapa kerja jubir yang harus diembankan. Salah satunya adalah strategi media relation. Bagaimana menjalin silaturahmi yang baik dengan wartawan. Sehingga hubungan antara BRR dengan media terjalin mesra.

Menjelang pengakhiran masa tugas BRR, diharapkan pengalihan aset BRR ke Pemda berjalan dengan baik. Tidak menimbulkan kontra produktif. Komunikasi sangat berperan dalam purna tugas BRR. Semoga orang di BRR yang cakap dan handal dapat mendampingi Pemda untuk masa yang akan datang. Sehingga pembangunan di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dapat berkembang secara pesat.